Welcome To ScripCoding

Sebuah Blog Sharing Teknik Komputer dan jaringan serta Pemrograman.

Cara Konfigurasi TCP / IP pada debian 7

Mari Simak Cara Konfigurasinya di sini

Cara Konfigurasi DNS Server pada Debian 7

Mari simak Cara Konfigurasinya disini

Cara Instalasi Debian 7

Mari simak cara instalasinya disini

Segera Hadir

Bagian ini akan segera di Update dalam waktu dekat.

Friday, August 18, 2017

[Debian]Cara Konfigurasi Web Server Static pada Debian 7



Setelah Cukup lama tidak kembali update tutorial, kini saya akan menjelaskan mengenai cara konfigurasi Web Server Static atau yang bisa disebut juga dengan istilah "HTTP Server". Bagaimana sih cara konfigurasinya ? Apakah Sulit? Tentu tidak, dan cukup mudah jika dilakukan secara step by step / teratur. Tanpa Menunggu lagi, mari kita simak cara konfigurasinya :

1. Ketikan perintah apt-get install apache2 



2.  ketikan perintah nano /etc/apache2/sites-enabled/www 



Dan tampilan awalnya akan seperti dibawah ini :


3. ketikan perintah dibawah ini :
    <virtualhost *:80>
        servername tkjclub.edu
        documentroot /var/www/
     </virtualhost>
     lalu tekan ctrl + x , kemudian tekan y, lalu enter


4. lakukan pengetesan web server dengan menghubungkan server ke client, dengan cara menyamakan ip addressnya di windows,pada pilhan open network and sharing center -> local area connection  -> properties -> internet protocol version version 4 -> sesuaikan ip addressnya



5. ketikan alamat web server static nya (disini yang telah saya buat bernama tkjclub.edu) maka ketikan di browsernya


6. dan telah muncul tulisan it works! yang menandakan konfigurasi web server static telah selesai.



Sekian penjelasan mengenai cara konfigurasi web server static pada debian 7, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua ...

Sunday, July 23, 2017

Pengertian Linux dan Fungsinya


PENGERTIAN LINUX,SEJARAH SINGKAT,MANFAAT,SERTA KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA

Linux, mungkin agak asing jika didengar bagi sebagian orang. Namun, akan lebih baik jika kita mengenal kepada yang satu ini. Pada saat ini akan dijelaskan mengenai Apa sih Linux? Apa Fungsinya? Siapa sih Penciptanya? Bagaimana Sejarah Singkatnya? Apa Kelebihan dan Kekurangannya? dan Mengapa diciptakan Linux? Semua akan dibahas disini. Oleh karena itu, mari disimak penjelasannya dibawah ini :


Pengertian Linux
Linux adalah sebuah sistem operasi Open Source (Sumber Terbuka). Dikarenakan Open Source, maka kode sumber linux dapat diedit/diubah, digunakan, dan disebar-luaskan secara bebas oleh siapa saja mau berpartisipasi untuk mengembangkannya.

Sistem Operasi Linux lebih dikenal pada umumnya dengan sebutan Linux Distribution / distro linux, dan biasanya sudah dilengkapi dengan software-software pendukung didalamnya, seperti seperti server web,bahasa pemrograman,tampilan desktop, dan perangkat pendukung kantor lainnya seperti OpenOffice dan lainnya (mirip Microsoft Word jika pada windows).

Sejarah Singkat
Linux berawal dari ide project minix / sistem operasi unix mini dari Andrew S Tanenbaum,yang menjadi sebuah proyek hobi bagi penciptanya,sekaligus nama sistem operasinya dibuat oleh seseorang yang bernama Linus Torvalds. Linus Torvalds merupakan seorang mahasiswa ilmu komputer asal Finlandia.

Seiring berjalannya proyek, linus berhasil meluncurkan sistem operasinya dan segera memutuskan untuk membeli lisensi perangkat lunak menggunakan GNU General Public License, yang memberikan kesempatan kepada orang-orang yang berminat untuk melihat,menyalin,menggunakan,melihat,dan mengubahnya sesuai kebutuhannya mereka sendiri.Sehingga akibatnya, perkembangan Sistem Operasi Linux berkembang sangat pesat oleh sifat linux yang terbuka.

Manfaat Linux
- dengan memakai linux, kita dapat menambah wawasan sistem operasi lainnya
- Cukup Stabil, dan cocok untuk dijadikan server
- Mendapatkan dukungan yang banyak dari berbagai komunitas
- Kita dapat menyimpan file lebih aman, karena ada proteksi password

Kelebihan dan Kekurangan :

- Kelebihan :

  • Lebih aman dari serangan virus
  • sistem operasi yang cocok untuk server karena kestabilannya
  • bersifat open source, tidak memerlukan key / aktivasi
  • banyak komunitas linux yang dapat membantu
  • Cocok untuk Komputer dengan spesifikasi yang minim

- Kekurangan :

  • Cukup sulit dipelajari bagi pemula yang baru belajar
  • Proses instalasinya tergolong cukup sulit
  • Banyak perubahan dari software, seperti OpenOffice untuk linux
  • Tampilan yang kurang menarik bagi saya

Macam Distro Linux :
Xantros,Ubuntu,CentOS,Debian,Fedora,Knoppix,Slackware,Mandriva,OpenSuse,RedHat,dan lainnya




Demikian Penjelasan Mengenai Linux ,
Semoga dapat dimengerti dan bermanfaat bagi kita semua






Wednesday, July 19, 2017

[Debian]Cara Konfigurasi DHCP Server Pada Debian 7



Teman-teman maupun anda mungkin ada yang sudah tahu maupun belum tahu mengenai konfigurasi DHCP Server.Sebelum saya membahas konfigurasinya,mari kita simak penjelasan singkat ini :

Apa sih DHCP? DHCP itu singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol , yang intinya itu adalah sebuah layanan memberi atau menerima IP secara Otomatis,Dimana layanan memberi IP Otomatis disebut juga DHCP Server, dan Menerima IP secara otomatis disebut DHCP Client.

Sepertinya dengan pengertian tadi sudah dapat dimengerti sedikit tentang DHCP.Tapi tidak akan dijelaskan lebih rinci lagi. Mengapa? Karena kita akan membahas Konfigurasinya saat ini hehe...Yup,tanpa memperlama lagi,silahkan disimak langkah-langkah konfigurasinya dibawah ini :


Langkah - Langkah Konfigurasi DHCP Server di Debian 7 :

1. ketikkan apt-get install dhcp3-server


Berikut tampilannya

Akan Muncul tulisan failed setelah install ,tapi tidak masalah.Cukup di Abaikan / lewati saja

2. Kemudian ketikkan nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

Gambar Tampilan awal sebelum di ubah

3. Kemudian,lakukan langkah ini :

  • hapus tanda pagar (#) dari subnet hingga tanda tutup kurawal  
  • ubah ip subnet menjadi ip network dan netmask yang sesuai
  • isi range yang berarti rentang ip yang akan dipinjamkan ke client
  • option domain name servers di isi alamat ip pada DNS server
  • option routers di isi ip router
  • option broadcast address di isi dengan ip broadcast
  • default lease time dan max-lease-time berarti lama waktu peminjaman IP,bisa diatur sesuai keinginan
  • kemudian tekan ctrl + X , lalu tekan Y , dan Tekan Enter ( Untuk Menyimpan)

Gambar tampilan setelah diubah

4. ketikkan perintah nano /etc/default/isc-dhcp-server , dan ubah interfaces nya menjadi ethernet yang sesuai, pada umumnya menggunakan ethernet1 (eth1)


5. Setelah itu simpan dengan menekan Ctrl + X , Lalu Tekan Y , dan tekan Enter

6. ketikkan service isc-dhcp-server restart


7. Dan Konfigurasi DHCP Server telah berhasil dibuat




Sekian Sharing mengenai Cara Konfigurasi DHCP Server Pada Debian 7,
Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua ^^


Sunday, July 16, 2017

Cara Instalasi Debian 7 Berbasis Text




Setelah sebelumnya saya update mengenai cara konfigurasi TCP / IP dan DNS Server, saya akan berbagi mengenai cara instalasi Debian 7 berbasis text. Mungkin bisa dibilang telat update karena pada post sebelumnya telah langsung di jelaskan dengan langkah - langkah konfigurasi pada Debian 7 nya,

Tentu masih ada diantara kita yang masih belum mengetahui cara instalasi dari Sistem Operasi Debian  7 ini. Nah, yang akan saya jelaskan adalah cara instalasinya yang berbasis Text dengan bantuan software mesin virtual yang bernama "VirtualBox".

Yup mari kita simak langkah-langkah instalasinya dibawah ini :
Dalam Menginstal Debian Virtualbox, dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap membuat file mesin virtual dan tahap Instalasi.

-Tahap Membuat File Mesin Virtual pada VirtualBox : 

1. Buka Software VirtualBox


2. Masukkan Nama dan Jenis Sistem Operasi dari mesin virtual yang mau kita buat


3. Atur Jumlah RAM yang akan digunakan nantinya (disarankan untuk memilih jumlah ram dalam rentang garis hijau agar tidak mengganggu kinerja dari komputer anda)


4. Disini anda akan diminta untuk membuat Harddisk Virtual, silahkan pilih "buat harddisk virtual sekarang"
 

5. Disini kita memilih tipe jenis harddisk, kali ini saya akan menggunakan tipe "VDI (Virtual Disk Image)"


6. Disini silahkan pilih dialokasikan secara dinamik


7. Disini kita mengatur kapasitas HardDisk di mesin Virtual, silahkan pilih next saja jika sekiranya sudah cukup


8. File Mesin Virtualnya telah selesai,dan bersiap untuk memulai instalasinya dengan mengklik mulai pada ikon panah berwarna hijau


- Tahap Instalasi Debian :


1. Setelah Mengklik Mulai, kita klik "icon folder" disamping tulisan "Drive Host E"



2. Pilih Lokasi File Sistem Operasi Debian anda, dan gunakan debian DVD - 1, lalu klik open


3. Tampilannya akan seperti ini, dan silahkan klik mulai


4. Inilah tampilan awal instalasi debian, silahkan pilih install dengan menekan tombol enter



5. Disini kita memilih paket bahasa, disini kita akan memilih bahasa english


6. Disini kita akan memilih lokasi zona waktu, silahkan pilih other


7. Pilih bagian Region Asia


8. Pilih bagian negara Indonesia


9. Pilih United States sebagai base default locale


10. Piih Jenis Keymap "America English"


11. Silahkan pilih eth0


12. Pilih "No" Pada pilihan "Continue without a default route ?" Karena disini kita akan mengkonfigurasinya secara manual


13. Pilih "Do not Configure network at this time"



14. Silahkan ketik nama hostname yang akan dibuat, silahkan bebas sesuai keinginan.Setelah itu pilih Continue


15. Silahkan ketikkan password untuk user "Root" , root ini berfungsi seperti administrator.Lalu pilih Continue,


16. Lalu Masukkan name untuk user biasa,lalu Continue


17. Kemudian Ketikkan password untuk user biasa, dan continue


18. Ketikkan kembali password sebelumnya,dan Continue


19. Pilih time zone sesuai waktu masing-masing,kali ini saya menggunakan Western,dan Continue


20. Pada bagian partition disk, silahkan pilih "Guided - use entire disk", lalu continue


21. Pada Select disk a partition,hanya dengan tekan enter,


22. Pilih "All files in one partition (Recomended for new user)", lalu continue


23. Pilih "Finish Partitioning and write changes to disk",



24. Pada pilihan write changes to disk? pilih yes



25. Disini akan diminta untuk CD atau DVD, kita pilih No


26. Pada pilihan "Use a network mirror?"  silahkan pilih No



27. Pada pilihan "Participate in the Package usage survey?" pilih yes



28. Disini kita hapus bintang dengan menekan tombol spasi,dan menyisakan bintang untuk standard system utilites, lalu enter


29. pada pilihan install grup loader silahkan pilih yes


30. Instalasi Debian telah selesai, dan tekan Continue


31. Kemudian debian akan reboot / restart dan akan memulai proses booting awal. Dan Instalasi Debian 7 berbasis text telah berhasil dilakukan




Demikian Penjelasan mengenai cara instalasi Debian 7 Berbasis Text dengan virtualbox, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua...